Cara Bikin AI Jadi Partner Ngambil Keputusan (Buat Proyek yang Macet dan Pilihan yang Muter-muter)
31 Agustus 2026·8 min read
Ada satu pola yang gw lihat berulang di founder dan operator: keputusan yang sama diputer terus tiap minggu — di kepala, di catatan suara, di obrolan kopi — tapi gak pernah jadi keputusan. Proyek yang macet dua bulan biasanya bukan karena kurang usaha, tapi karena ada satu asumsi yang gak pernah diuji siapa-siapa. Dan AI yang kalian pakai selama ini malah memperparah: kalian cerita rencana, dia bilang "ide bagus", kalian pulang dengan perasaan produktif tanpa satu pun keputusan yang berubah.
Di panduan ini gw tunjukin cara pasang satu set skill gratis ke Claude Code, terus pakai dua perintah — /unstuck buat proyek yang macet, /decide buat pilihan bercabang — supaya AI berhenti jadi tukang setuju dan mulai jadi lawan bicara yang nanya balik. Panduan ini adaptasi dari tutorial The Rundown University, gw tulis ulang penuh buat konteks kerja di sini.
Yang kalian butuhkan
Apa
Buat apa
Biaya
Claude Code terpasang dan bisa dibuka dari Terminal
Tempat skill-nya jalan
Gratis dipasang; jalannya pakai kuota langganan Claude yang udah kalian punya
Sumber perintah /unstuck, /decide, dan 18 skill lain
Gratis, open source
Satu keputusan nyata yang lagi nyangkut di kalian
Bahan latihannya — jangan pakai contoh karangan
Gratis
Angka pendukung: harga, kapasitas jam per minggu, tenggat
Biar AI bisa nimbang, bukan cuma nyemangatin
Gratis, ambil dari catatan kalian sendiri
Waktu: sekitar 10 menit buat pasang, plus 30 menit per sesi keputusan.
Peta perjalanannya
TAHAP 1 Pasang makerskills ke Claude Code (10 menit)
TAHAP 2 Bongkar proyek yang macet pakai /unstuck (30 menit)
TAHAP 3 Putusin satu dari dua pilihan pakai /decide (30 menit)
TAHAP 4 Kunci hasilnya jadi catatan + tanggal tinjau (10 menit)
Total: ~1 jam 20 menit buat dua keputusan pertama
TAHAP 1 — Pasang makerskills ke Claude Code
Buka Terminal, ketik claude buat masuk ke Claude Code dulu. Setelah promptnya muncul, jalanin dua baris ini:
Repo-nya per hari ini masih aktif di versi 1.5.1 dan berisi 20 skill — dari /unstuck dan /decide yang bakal kalian pakai di sini, sampai /personal-cfo dan /read-book yang di luar cakupan panduan ini. Ambil dua dulu, jangan borong semuanya di hari pertama.
⚠️ Dua baris di atas bukan perintah shell
Ini kesalahan nomor satu. /plugin marketplace add ... cuma dikenal di dalam sesi Claude Code. Kalau kalian ketik di Terminal biasa, yang muncul command not found. Masuk ke claude dulu, baru ketik.
TAHAP 2 — Bongkar proyek yang macet pakai /unstuck
Pakai /unstuck waktu kalian muter di masalah yang sama berminggu-minggu tanpa gerak. Kuncinya bukan perintahnya, tapi seberapa jujur kalian ngisi konteksnya. Jalanin ini di dalam folder proyek yang relevan supaya AI-nya punya bahan:
prompt
/unstuck
Gw macet di [ISI - nama proyek, contoh: relaunch toko online klien F&B].
Gw terus-terusan ngabisin waktu buat [ISI - asumsi atau bottleneck yang
kalian ulang, contoh: nyari desainer baru karena ngerasa desain lama jelek],
padahal yang harusnya gw kerjain [ISI - aksi yang tertunda, contoh: naikin
20 produk pertama biar tokonya bisa dites orang beneran].
Target gw: [ISI - hasil konkret dan terukur, contoh: toko live dan dapet
5 transaksi pertama] paling lambat [ISI - tanggal].
Batasan gw: [ISI - waktu, uang, orang, dan hal yang gak bisa diubah,
contoh: cuma punya 6 jam per minggu, budget Rp3 juta, gak ada tim].
Tugas kamu: tantang satu per satu asumsi yang gw tulis di atas. Kalau ada
informasi yang kurang buat kamu nilai, tanya balik dulu sebelum ngasih
kesimpulan. Setelah itu tentukan SATU langkah berikutnya yang paling kecil
hambatannya. Tutup dengan satu kalimat: langkah itu apa, dan kapan gw
harus udah selesai ngerjainnya.
Yang bikin ini beda dari nanya biasa: skill-nya bakal mewawancarai kalian balik. Pertanyaannya sering terasa nyebelin — "kenapa kalian yakin desainnya yang jadi masalah, bukan produknya?" — dan justru di situ nilainya. Sebagian besar kemacetan yang gw temuin ternyata bukan hambatan nyata, cuma hambatan yang belum pernah dites.
⚠️ Jawab pertanyaan balikannya apa adanya
Godaan terbesarnya adalah menghias jawaban biar kelihatan udah usaha. Kalau kalian bilang "gw udah coba banyak cara" padahal baru satu, seluruh analisisnya jadi salah dari akarnya. Ini bukan wawancara kerja — gak ada yang perlu diyakinkan.
TAHAP 3 — Putusin satu dari dua pilihan pakai /decide
Pakai /decide waktu masalahnya bukan macet, tapi bercabang: dua klien, dua prioritas, dua arah produk, dan kapasitas cuma cukup buat satu.
prompt
/decide
Gw harus milih satu dari dua, paling lambat [ISI - tanggal keputusan].
Kapasitas gw cuma cukup buat satu.
Pilihan A: [ISI - deskripsi, contoh: retainer konten bulanan klien agensi,
Rp8 juta per bulan, kontrak 6 bulan].
Untungnya: [ISI - contoh: pemasukan stabil dan gampang diprediksi].
Ongkos atau risikonya: [ISI - contoh: makan 3 hari kerja per minggu, gak
nambah portofolio].
Pilihan B: [ISI - deskripsi, contoh: proyek sekali jalan bikin sistem
otomasi buat brand F&B, Rp25 juta, 6 minggu].
Untungnya: [ISI - contoh: bayaran per jam jauh lebih tinggi, jadi studi
kasus yang bisa dijual ulang].
Trade-off-nya: [ISI - contoh: setelah selesai gak ada pemasukan lanjutan,
scope gampang melar].
Konteks gw: [ISI - kondisi keuangan sekarang, target 6 bulan ke depan, dan
hal yang paling gw takutin dari keputusan ini].
Tugas kamu: wawancarai gw dulu sampai kamu yakin datanya cukup, tantang
asumsi di balik dua pilihan itu, lalu rekomendasikan SATU. Sebut alasan
utamanya, dan sebut juga apa yang harus terjadi supaya keputusan ini
terbukti salah. Terakhir, kasih gw tanggal buat ninjau ulang keputusannya.
Bagian "apa yang harus terjadi supaya keputusan ini terbukti salah" itu yang paling sering gw pakai belakangan. Dia ngubah keputusan dari taruhan jadi eksperimen — kalian jadi tahu sinyal apa yang harus diawasi, bukan cuma berharap.
⚠️ Kalau jawabannya ngarahin ke langganan baru, itu data — bukan solusi
Kadang rekomendasinya nyuruh kalian beli tool berbayar, scraping yang gampang rusak, atau bangun alur yang kalian sendiri gak mau rawat. Perlakukan itu sebagai temuan baru, bukan langkah berikutnya: balik lagi ke tujuan awal dan tanya apakah tujuannya yang perlu diubah, sebelum nambah setup.
TAHAP 4 — Kunci hasilnya jadi catatan
Sesi yang bagus gak ada gunanya kalau minggu depan kalian lupa alasannya dan mulai muter lagi dari nol. Tutup tiap sesi dengan ini:
prompt
Rangkum sesi ini jadi satu catatan keputusan, maksimal 15 baris, isinya:
keputusan yang gw ambil, tiga alasan utamanya, asumsi yang paling rapuh,
tanda paling awal kalau keputusan ini ternyata salah, dan tanggal tinjau
ulang. Bahasa Indonesia, format daftar, tanpa basa-basi, tanpa nambah
hal yang gak dibahas di sesi ini.
Simpan ke file [ISI - nama file, contoh:
keputusan/2026-09-retainer-vs-proyek.md].
Checklist sebelum kalian eksekusi keputusannya
Perintah /unstuck dan /decide beneran dikenali di sesi Claude Code kalian
Konteks yang kalian tulis punya angka dan tanggal, bukan cuma kata sifat
Kalian udah jawab semua pertanyaan balikannya tanpa menghias
Rekomendasinya nyebut satu langkah konkret, bukan daftar sepuluh opsi
Ada kondisi eksplisit yang bikin keputusan ini dinyatakan salah
Catatan keputusan udah tersimpan dengan tanggal tinjau ulang
Kalau gagal
Perintah /unstuck gak dikenali. Plugin-nya belum kepasang atau sesinya perlu dibuka ulang. Jalanin /plugin di dalam Claude Code buat lihat daftar yang aktif — kalau makerskills gak ada di situ, ulangi TAHAP 1 dan perhatiin pesan error waktu instalasi.
Jawabannya generik: "fokus, disiplin, mulai dari yang kecil". Ini hampir selalu karena input kalian abstrak. Balik ke prompt, ganti tiap kata sifat jadi angka: berapa jam per minggu, berapa rupiah, tanggal berapa. Kualitas jawaban di sini terikat langsung ke kualitas konteksnya.
AI-nya malah setuju terus sama rencana kalian. Cek lagi kalimat tugasnya — kalau kalian nulis "menurut kamu bagus gak", yang kalian minta itu validasi. Kata kerjanya harus "tantang", "uji", "sebut kelemahannya".
Setelah /decide, dua-duanya tetap kelihatan bener. Biasanya tandanya dua pilihan itu ngejar tujuan yang beda, bukan jalan berbeda ke tujuan sama. Jalanin /unstuck dulu buat nentuin tujuannya, baru balik ke /decide.
Seminggu kemudian kalian muter lagi di keputusan yang sama. Berarti TAHAP 4 kelewat. Catatan keputusan itu bukan formalitas — itu satu-satunya hal yang bikin kalian gak ngulang debat yang sama sama diri sendiri.
Setelah partner keputusan kalian jalan
Prinsip yang gw bawa dari sini bukan soal skill mana yang dipasang: AI cuma sebagus konteks yang kalian kasih, dan cuma sejujur perintah yang kalian tulis. Minta divalidasi, kalian dapet validasi. Minta ditantang, kalian dapet keputusan. Pola yang sama kepakai waktu kalian nguji ide bisnis sebelum ngeluarin modal — bedanya cuma di bahan yang kalian setorin.
Dan yang paling mahal dari dua perintah tadi sebenernya bukan waktunya, tapi kebiasaannya: berhenti nyimpen keputusan di kepala. Kebiasaan kayak gini yang gw latih bareng murid-murid di kelas gw, karena perintahnya bakal berganti tiap tahun, tapi cara mikirnya enggak.
Sumber primer: The Rundown University (app.therundown.ai/guides/use-these-ai-skills-to-make-better-decisions-quickly).
Sisa panduan ini kebuka setelah kalian masukin email
TAHAP 1 sampai 4 — termasuk prompt Claude siap pakai, cara pasang domain di GoDaddy, checklist sebelum sebar link, dan bagian kalau gagal.
Gratis. Sekali masukin, kebuka juga di Prompt Library sama Resources.