AI Update

Rabbit OS3: AI Agent Tanpa Perlu Beli Hardware R1

Rabbit setop produksi R1 dan ganti strategi — AI agent OS3-nya sekarang bisa dipakai langsung di laptop kalian, lintas lima device, tanpa beli gadget apa pun.

Diterbitkan oleh 2ndBrAIn12 Oktober 20263 min read
Share:XFacebookWhatsApp
Rabbit OS3: AI Agent Tanpa Hardware R1

Rabbit sempat jadi bahan sindiran tahun lalu gara-gara R1 dikritik sebagai gadget mahal yang kalah fungsi sama aplikasi gratis di HP. Sekarang mereka ganti strategi total: otaknya tetap dipertahankan, kotaknya yang dibuang.

Apa yang baru

Cara kerjanya

OS3 otomatis nentuin device, file, app, dan model AI mana yang dibutuhin buat nyelesain satu tugas — kalian tinggal kasih perintah, bukan milih manual tiap kali mau pindah dari laptop ke HP. Bayangin kayak punya asisten yang tahu sendiri file kalian ada di laptop kantor, bukan di HP, jadi dia yang ambil ke sana tanpa kalian harus kasih tahu.

Bacaan berguna, sekali seminggu.

Kabar AI penting, konteksnya, dan satu hal yang bisa langsung kalian praktikkan.

Kenapa ini penting

Selama ini "agent OS" identik sama beli hardware khusus — itu yang bikin R1 gagal, orang males keluar duit buat device baru yang fungsinya bisa digantiin aplikasi yang udah ada. Dengan OS3 jalan di laptop yang udah kalian punya, hambatan coba-coba itu ilang.

Tapi ada sisi yang perlu diwaspadai: model AI "pilihan kalian" tetap jalan di bawah payung satu platform Rabbit. Kalau nanti kalian mau pindah provider atau gabung beberapa model sekaligus tanpa terkunci di satu ekosistem, pola yang lebih fleksibel udah ada duluan — mirip cara setting banyak aplikasi lewat satu pengaturan model di OpenRouter, di mana kalian yang pegang kendali atas model mana yang dipakai, bukan vendor.

Buat developer dan creator Indonesia yang selama ini nunggu versi "agent OS" yang gak butuh modal hardware, ini jadi entry point paling murah yang Rabbit pernah tawarin — meski detail harga dan ketersediaan regionalnya masih belum diumumin jelas.

Buat kalian

  • Yang harus peduli: kalian yang pengen ngerasain workflow "satu perintah, jalan di banyak device" tapi gak mau keluar duit buat hardware khusus — OS3 ngilangin alasan itu.
  • Yang boleh santai: kalau kerjaan kalian udah nyaman jalan di satu aplikasi atau satu model AI aja, gak ada urgensi buru-buru pindah sebelum harga dan ketersediaannya jelas.
  • Langkah kecil pertama: cek dulu device apa aja yang kalian pakai sehari-hari (laptop kerja, HP pribadi, komputer rumah), terus bayangin satu tugas yang sering kalian ulang di device berbeda — itu kandidat pertama buat dites kalau OS3 udah rilis ke publik.

Teknologi yang murah diakses itu bagus, tapi yang bikin kerjaan kalian tahan lama bukan platform mana yang kalian pilih — kebiasaan punya sistem kerja yang jelas standarnya, siapa pun agent atau device yang ngejalanin. Itu yang gw latih bareng murid-murid di kelas gw.

Sumber primer: laporan The Verge berdasarkan wawancara Wired dengan founder Rabbit, Jesse Lyu (theverge.com).

Lebih paham AI. Lebih siap menggunakannya.

Newsletter mingguan berisi kabar penting, konteks yang jernih, dan praktik yang bisa dicoba.

Belajar build sistem AI yang bekerja buat kalian

Lihat akademi